dengan atau tidak.
bahkan hingga mata tertanam tenggelam.
otak terlilit daftar harga, bagai nyamuk
dan laba-laba disudut kamar.
riang sang keyboard digital.
menggelitik mengejangkan nafsu beradu
antara atas dan bawah,
kiri dan kanan,
depan dan belakang.
serta, menahan biji murka dalam lintingan
kertas, tembakau dan cengkeh.
seteguk limpahan malam.
tersedu berhiaskan busa layak limbah
pemukiman warga.
ooh indahnya dunia tercipta.
pemuja berhala-berhala perangkat negara,
beradu dalam modus masa depan yang
"mungkin".
sementara didepan mata banyak
terbelenggu, terlilit, terbakar, terpaksa,
tercekik seperti barang display dalam
etalase terkebiri matahari.
Seperti telaga dan gurun.
Seperti bumi dan langit.
Sungai dan parit.
Gunung dan bukit.
Kesetimpangan cepat terbangun seperti
deretan ruko bibir sungaiku.
# KopiDiniHari
Wed
Berhala perangkat negara
Sam Djo
About Me
Tulisan Populer
-
Biarkan saja pelangi - pelangi itu, meraka sangat setia menunggu matahari, meskipun mereka sirna ketika matahari muncul sempurna. Atau tu...
-
Seterusnya, bilangan 21 hingga 29 dalam bahasa Jawa juga dinamakan berbeda dengan pola umum yang ada. Dalam bahasa lain biasanya sesuai p...
-
Dalam bahasa Jawa, angka 11 tidak disebut sebagai 'sepuluh siji', 12 bukan 'sepuluh loro', 13 bukan 'sepuluh telu'...
-
Lain 50, lain pula 60. Angka ini tidak populer dengan sebutan enem puluh, tapi lebih sering diseut dengan sewidak atau suwidak. Usut puny...
-
Memang sendiri itu perlu. Bahkan riuh berisik pun terasa sendiri. Diam dan berkontemplasi sedalam palung. Ya, melelahkan! Karena terbiasa...
-
Setidaknya setiap sudut ketidakmungkinan beberapa persen telah terkikis. Hingga setiap ujung kata bertemu dengan Insyaalloh. Walau sebenar...
-
Dari angka 30 hingga 49, penamaan angka dibaca normal seusai pola urutan, misalnya telung puluh, telung puluh siji, telung puluh loro, dst...
-
Lemparkan biji di halaman Kelak akan menjadi 'Barang' Menadahkan tangan di jalanan Kelak akan menjadi 'Uang' Pasang tampang ...
-
Tidakkah menyenangkan ketika apa yang disukai dengan bebasnya kau lakukan, Menulis, bervespa kemana saja, minum kopi di manapun, mengambil ...
-
Cermin dengan cerminan komentar mulut sendiri.

No comments:
Post a Comment